Coba saja kita bayangkan bagaimana tukang tersebut harus membongkar lempengan jalan yang tebalnya hampir sekitar 60 cm. Mereka bekerja tak menghiraukan teriknya matahari dan panasnya udara waktu itu. Suara deru mobil dan motor yang berseliweran di sekitar mereka, tak mengusik kusuk mereka dalam konsentrasi bekerja.
Saya yang kebetulan sedang berada di dalam mobil ber AC saja masih merasakan betapa gerahnya udara waktu itu.
Namun tukang itu terus mengayunkan martilnya berkali-kali untuk memecahkan lempengan jalan dan sedikit demi sedikit bongkahan lempengan jalan berhasil dipecahkan. Sebagian mereka tumpuk di sekitar badan jalan.
Sejenak saya menepikan dan menghentikan mobil yang saya kendarai sembari asyik memperhatikan para tukang di jalan protokol itu. Saya termenung kagum dan hormat melihat kegigihan para tukang tersebut. Keringat mengalir dengan derasnya membasahi baju dekil mereka, namun mereka tetap mengayunkan martilnya. Para tukang di jalan tersebut memecahkan lempengan jalan itu sedikit demi sedikit hingga dasar. Mereka sangat konsentrasi, tekun dan sabar walau lempengan jalan yang diketok masih sangat tebal.
Kita harus banyak belajar dari tingkah para tukang jalan tersebut. Banyak manusia sekarang ini yang sudah sangat terbiasa dengan peralatan modern dan menghendaki cara yang instan dan ingin segera melihat hasilnya. Namun dalam permasalahan hidup ini tak ada yang semudah membalikkan telapak tangan. Soal pekerjaan, perselisihan, beda pendapat, sukses, bahkan soal jodoh sekalipun tetap tak ada ”peralatan canggih” yang bisa segera menyelesaikannya.
Seperti para tukang tadi yang memecahkan lempengan jalan sedikit demi sedikit, demikian jugalah kita dalam memecahkan dan menghadapi persoalan hidup harus menyiapkan diri, fokus dan tegar.
Sedikit demi sedikit, tahap demi tahap, harus kita lalui dan inilah proses, yang memerlukan waktu. Dan yang dituntut dari kita adalah TEKUN dan SABAR.
Hidup ini adalah PILIHAN, Saya memilih SUKSES. Salam sukses luar biasa!