Selain berat, bau yang dikeluarkanpun sangat tidak sedap. Waktu berlalu dan semua mahasiswa merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.
”Mahasiswa sekalian, bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu?” tanya sang dosen.
Maka terdengarlah keluhan dari setiap mahasiswa. Lalu Toni yang membawa kentang terbanyak mengacungkan jari dan bertanya kepada dosen.
”Pak untuk apa sih meminta kami membawa kentang busuk selama 1 minggu, berat dan bau sekali.”
Lalu sang dosen menjelaskan ”Mahasiswaku sekalian, seperti itulah kebencian yang kita selalu bawa jika kita tidak memaafkan orang lain. Hanya 1 minggu sudah terasa berat, bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup kita” Bukankah kasih sayang, saling memaafkan lebih indah dari rasa benci dan dendam?”
Kisah tadi menunjukkan betapa tidak menyenangkan menumpuk rasa benci, kesal, amarah dan dendam dalam diri kita.
Alangkah nyamannya jika kita membuang rasa benci dan belajar memaafkan.
Siapa yang menabur, dia yang akan menuai. Jika kita menabur rasa benci, kesal dan amarah maka akan berbuah sakit hati, stress dan depresi. Namun sebaliknya jika kita menabur kasih sayang dan saling memaafkan maka kita akan mendapatkan ketenangan, kenyamanan dan kebahagiaan.
Hidup ini adalah PILIHAN, Saya memilih SUKSES. Salam sukses luar biasa!!